Makna Isra’ Mi’raj dalam Berorganisasi Menurut Kiai Mujib Cirebon


Cirebon, NU Online
Wakil Rais Syuriyah PCNU Kota Cirebon, Kiai Abdul Mujib, mengingatkan kepada peserta Latihan Kader Muda (Lakmud) Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU-IPPNU) Kota Cirebon untuk men-tafakkuri Makna Isra’ dan Mi’raj.

Pada sambutannya, ia memaparkan bahwa jika ingin menjadi pemimpin seperti Nabi Muhammad SAW, pembawa rahmat bagi seluruh alam, maka ia harus melakukan Isra’ dan Mi’raj.

“Isra’ itu artinya perjalanan di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Sedangkan mi’raj adalah perjalanan dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha,” ungkap Kiai Mujib, Jum’at (11/3).

Makna Isra’ sendiri artinya perjalanan di malam hari. “Hikmahnya bahwa kalian para pelajar yang kelak jadi pemimpin, harus mau bergerak di malam hari,” tutur pengasuh Pesantren Madinatunnajah Harjamukti Kota Cirebon itu.

Dalam perjalanan tersebut terdapat dua aspek perjalanan, yaitu jasmani dan ruhani. Perjalanan jasmani ditandai dengan tubuh kita bergerak ke acara Lakmud ini.

“Sedangkan perjalanan rohani ditandai dengan kebersihan hati kita, berniat hanya untuk belajar, tidak untuk kepentingan-kepentingan lainnya,” tutur Abi Mujib, sapaan akrabnya.

Ia memperjelas bahwa, perjalanan jasmani ini dikategorikan sebagai perjalanan horizontal. Tubuh dan jiwanya harus mau melanglang buana untuk mencari ilmu dan pengalaman.

Adapun perjalanan vertikal adalah perjalanan wushul kepada Allah SWT. “Salah satu caranya ialah dengan dzikrullah atau terus mengingat Allah bahwa yang memperjalankan kita tidak lain hanyalah Allah SWT, ” tambahnya. 

Abi Mujib berharap, acara Lakmud tersebut melahirkan kader-kader pelajar NU yang bersih dan terbuka hatinya, serta mau menyebarkan ilmunya di masyarakat kelak.

Kontributor: A Rachmi Fauziah
Editor : Musthofa Asrori



NU Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *