Para Kiai Amanatkan Witjaksono Pimpin SNNU “Banom PBNU Baru”

PBNU pada Jumat (19/6) menerbitkan Surat Keputussan nomor : 523/A.II.04.d/06/2020 tanggal 27 Syawal 1441 H / 19 Juni 2020 tentang Pengesahan Pimpinan Pusat Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (PP SNNU) Masa Khidmat tahun 2020. Surat Keputusan tersebut menindaklanjuti Keputusan Muktamar NU 33 Tahun 2015 di Jombang serta Rapat Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU tanggal 15 Rajab 1441 H / 20 Maret 2020 M.

Dengan demikian, Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama secara resmi menjadi badan otonom Nahdlatul Ulama yang fokus melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama pada kelompok nelayan, pemanfaatan hasil laut dan pembudidaya perikanan.

Dalam surat itu Witjaksono seorang profesional dan pengusaha muda di amanatkan memimpin Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU). Surat keputusaan itu ditandatangani oleh Pejabat Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Sekretaris Jenderal H A Helmy Faishal Zaini pada tanggal 19 Juni 2020. Atas amanah dari para kyai membuat rasa haru yang sangat mendalam kata witjak. Dan ia menambahkan “Ini (amanat menjadi ketua SNNU) merupakan kehormatan sekaligus tantangan dalam berkhidmat pada Nahdlatul Ulama, bangsa, dan negara. Demikian kutipan kata pengantarnya saat mempresentasikan SNNU PBNU di hadapan pengurus PWNU DKI Jakarta pada hari sabtu tanggal 27 Juni 2020 .

Sebagai wujud takhdiman wa takriman wamahabbatan terhadap poro Kyai, PP SNNU langsung bekerja melaksanakan tugas-tugas keorganisasian dengan melakukan road show SNNU bersilaturahmi ke Pengurus PWNU di 5 (lima) Provinsi yakni PWNU Prov. Banten, PWNU Prov. DKI Jakarta, PWNU Prov. Jabar, PWNU Prov. Yogyakarta dan PWNU Prov. Jawa Tengah. Road show SNNU 5 (lima) Provinsi di mulai dari tgl 26 Juni sampai dengan tanggal 16 juli 2020.

Silaturrahmi ini selain mendapatkan aspirasi, informasi dan petunjuk untuk kemajuan perjuangan Nahdlatul Ulama khususnya nelayan nahdliyyin yang menjadi segmen garapan SNNU. Dalam 6 bulan kedepan setelah terbitnya SK Pengesahan Pimpinan Pusat Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (PP SNNU), kepengurusan SNNU di tingkat wilayah dan cabang sudah bisa terbentuk. Dilanjutkan melaksanakan Rakernas setelah pembentukan Wilayah dan Cabang lebih dari 60 persen. Kemudian Melaksanakan Kongres Serikat Nelayan NU dan melaporkan hasilnya kepada PBNU, kata Witjak.

Sementara itu, KH Luthfi Hakim Wahid, MM yang mewakili PWNU DKI Jakarta menerima Road Show silaturahmi SNNU PBNU ke kantor PWNU DKI Jakarta, menyambut baik atas kehadirannya. Dan alhamdulillah PBNU memiliki banon baru yang khusus menjadi wadah dan sarana mengayomi para nelayan, pelaku usaha kelautan dan kemaritiman serta masyarakat pesisir.

Ia yang juga ketua Pergunu PWNU DKI Jakarta menambahkan SNNU sebagai banon baru PBNU harus berkomitment pada khidmat menciptakan manfaat yang luas kepada jama’ah dan jam’iyah khususnya kesejahteraan nelayan dan umumnya kemaslahatan Bangsa Indonesia.

Tampak Hadir dalam forum itu, Asep irvan Mujahid Sekjend SNNU, KH Miftahudin dari PP SNNU, KH Ahmad Ruchi Ghozali dari LBM, Alfi Syahri Hilman dari Media Centre NU Jakarta, Moh Ependi dari LPNU, Ismail Marzuki Al manan dari IPNU dan Halimahtu Sya’diyah dari PW IPPNU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *