Muskerwil PWNU DKI Rekomendasikan Pelaksanaan Koferwil PWNU Ke-20 Sebelum Ramadhan 1442H

NUJAKARTA.COM- Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) III PWNU DKI Jakarta yang berlangsung di Pesantren Alhamid, Jakarta Timur,  Minggu (1/2), membahas berbagai persoalan. Acara dibuka oleh Sekjen PBNU KH Helmy Faishal Zaini dan sambutan Pemda DKI Jakarta disampaikan oleh Wagub Ir. Ahmad Riza Patria. Mukerwil yang mengambil tema “Merajut Kebersamaan Menyosong Jam’iyah NU DKI Jakarta Yang Kuat dan Bermartabat”  ini berhasil merumuskan langkah-langkah yang harus dilakukan organisasi PWNU DKI Jakarta.

Usai acara Ketua SC Muskerwil III, KH Ahmad Zahari, mengungkapkan tiga hal pembahasan, yakni bidang program, organisasi dan rekomendasi. “Untuk bidang Program, PWNU Jakarta akan memperhatikan lagi ke-Aswaja-an NU DKI. Ke depan PWNU Jakarta harus lebih giat mengajak warga NU untuk kembali ke Aswaja-Annahdhiyin, yakni rumah besar NU,” ujar KH Ahmad Zahari.

KH A. Zahari yang juga Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta menambahkan untuk bidang keorganisasian, NU Jakarta selama ini dinilai kurang banyak terlibat masalah sosial dan ekonomi. “Karena itu ke depan selain penguatan Aswaja, kami juga akan menguatkan ekonomi umat, bekerjasama lebih erat dengan Kementerian UKM dan Kementerian Tenaga Kerja,” katanya.

Sementara dari Komisi Rekomenasi diputuskan bahwa Konferwil PWNU 2021 harus dilaksanakan sebelum pertengahan bulan Maret atau April mendatang, di antaranya untuk memilih Ketua PWNU DKI Jakarta yang baru. Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta, Dr KH Syamsul Maarif, juga mengamini hasil Komisi Rekomendasi. “Kami akan segera melakukan rapat intern untuk mempersiapkan Konferwil tersebut. Selanjutnya kami akan mensosialisasikan ke semua pengurus cabang NU DKI Jakarta. Itulah keputusan-keputusan yang dicapai dalam Mukerwil yang, alhamdulillah, sudah berjalan dengan baik hari Minggu tadi,” tambah KH Ahmad Zahari.

Muskerwil PWNU DKI Jakarta kali ini berlangsung dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat, dimana kepada setiap peserta yang hadir diharuskan melakukan tes swab antigen. Acara juga disiarkan secara virtual melalui Zoom agar bisa diikuti lebih banyak peserta lainnya yang tidak bisa hadir di arena Muskerwil karena panitia membatasi hanya 100 orang peserta saja. (syd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *