Madrasah Kader Nahdlathul Ulama (MKNU) Guna Mengeksplor Islam Nusantara

Jakarta| 28/09/2019 NU Jakarta, Secara  Geografi Kepulaun Nusantara itu terletak dipersimpangan tiga lempeng dunia yang membentuk hamparan-hamparan luas yang dikenal sebagai Paparan Benua Sunda dengan barisan gunung berapi dan pegunungan panjang yang pada masa purbakala disebut sebagai Swetadwipa atau lemuria.

            Pada Zaman Glacial Wurm atau Zaman Es Terakhir 500.000 tahun silam saat es di Kutub Utara dan Kutub Selatan mencair, menyebabkan air laut naik dan menimbulkan gelombang air setinggi satu mil yang berakibat tenggelamnya Paparan Benua Sunda dan hanya menyisakan dataran tinggi dan puncak-puncak Vulkanis. Belakangan, sisa-sisa dataran yang tidak tenggelam tersebut dinamakan sebagai Kepulaauan Nusantara yang terdiri dari Paparan Sunda Besar dan Paparan Sunda Kecil yang sambung-menyambung hingga Benua.

Islam adalah agama yang dibawa oleh Rasulullah. Sedangkan kata “Nusantara” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah sebutan atau sebuah nama bagi seluruh Kepulauan Indonesia. Wikipedia menambahkan, wilayah kepulauan yang membentang dari Sumatera sampai Papua sebagian besar merupakan wilayah negara Indonesia.

Jadi yang dimaksud Islam Nusantara menurut ajaran NU ialah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang diamalkan, didakwahkan, dan dikembangkan di bumi Nusantara oleh para Pendakwahnya, yang diantara tujuannya untuk mengantisipasi dan membentengi umat dari faham Radikalisme, Liberalisme, Syi’ah, Wahabi dan faham-faham lain yang tidak sejalan dengan Ahlussunnah wal Jama’ah.

Selain itu ISLAM NUSANTARA menurut NU juga dimaksudkan sebagai metode (manhaj) dakwah Islam di Bumi Nusantara ditengah penduduknya yang multi etnis, multi budaya dan multi agama yang dilakukan secara santun dan damai.

Menurut Syihabbudin ‘Islam Nusantara ialah suatu kegiatan keagaman yang dibungkus dengan kebudayaan atau tradisi dari Ulama Nahdlathul Ulama .” “seperti contohnya tahlil, Ziara kubur,Maulidan dan halal bi halal saat ‘idul Fitri serta masih banyak lagi kegiatan islam yang sudah dicontohkan oleh ulama NU sembelumnya.” tambahnya lagi.(28/09).(Khusen Al bab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *