Gema Malam Puncak Hari Santri Nasional Warga Nahdliyin Lantukan 1 Miliyar Sholawat Nariyah

Jakarta, NU Jakarta.com

 

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengadakan 1 Miliyar Sholawat Nariyah dan sekaligus mengadakan Istigosah Kebangsaan di Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari, Cengkareng, Jakara Barat pada, hari Senin 21 Oktober 2019.

Acara yang bertemakan “1 Miliyar Sholawat Nariyah Untuk Keselamatan Bangsa” yang di buka dengan lantunan Sholawat yang di bawa kan oleh  Muhammad Ulul Azmi Askandar al-Abshor (Gus Azmi)  dan Pembacaan Maulid Nabi yang di pandu Oleh Ketua LDNU KH. Misbahul Munir

Acara ini juga dihadiri beberapa tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama seperti di antaranya, Sekjen PBNU KH. Helmy Faisal Zaini, wakil ketua MPR bapal H. Azis Syamsudin, sedangkan Kapolri diwakili oleh Kabareskrim bapak H. Suntana, Rois Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH. Mahfudz Asirun, Serta Ketua Tanfidziyah PWNU Dki Jakarta yang juga Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Dr. H. Saefulah, M.Pd, serta tokoh-tokoh Ulama baik dari tingkat PBNU, PWNU, dan PCNU Jakarta Barat serta tokoh-tokoh NU lainnya.

Dalam sambutanya Ketua Panitia KH Agus Salim yg juga Ketua Umum LDNU, berharap peran serta para santri semakin luas dan masif , ”Para santri ke depan bisa berpartisipasi membantu menjaga keutuhan bangsa dan negara”, Tambahnya.

Sementara itu menurut Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta yang juga sebagai Sekertaris Daerah Provinsi  DKI Jakarta, Dr. H. Saefullah, M. Pd dia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik RI yang telah Menetapkan Tanggal 22 Oktober sebagai Hari santri Nasional, “saya berharap para santri agar tetap jaya” tambahnya lagi. Dalam akhir sambutannya dia juga memberikan hadiah Umroh  kepada dua orang jama’ah Nahdliyah 1 dari kaum Ibu Muslimat NU dan 1 dari bapak-bapak.

Dalam sambutannya yang mewakili PBNU, Sekjen PBNU KH Helmy Faisal Zaini, menjelaskan tujuan dari hari santri ialah untuk menghargai para Pahlawan dan Para kyai-kyai pendiri Nahdlatul Ulama dan Pendiri bangsa Indonesia, “Kita Patut bersyukur dan berterimakasih kepada presiden RI Ir. H. Joko Widodo selain telah menetapkan hari santri nasionlal pada tanggal 22 Oktober, telah juga di tetapkan UU tentang Pesantren, maka perlulah kita jadikan pesantren itu sebagai peradaban di dunia agar kita kenalkan kepada dunia bahwa islam itu adalah agama yang ramah bukan agama yg marah”, tegasnya dalam sambutannya.

Puncak acaranya, Pembacaan Sholawat Nariyah dipimpin oleh KH. Misbahul Munir dan di Ikuti Oleh para ribuan Jama’aah yang hadir pada acara tersebut. Pembacan sholawat Nariyah ini juga diadakan di beberapa tempat oleh jajaran pengurus NU struktural dan kultural dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2019 di seantero Indonesia dengan ketentuan pembacaan dari PBNU. Acara di tutup dengan pembacaan Doa oleh KH. Ainul Yaqin dari PBNU dan KH. Mahfudz Asirun  (21/10) Kusen Albab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *