Dear Ramadhan

Gambar by Google

Oleh rekanita Annida Irfadillah

Jakarta │nujakarta.com

Apa yang ku perbuat untukmu?
Apa yang ku lakukan untukmu?
Apa yang ku persembahkan untukmu?
Apa yang ku peruntukkan untukmu?

Tak ada, kecuali secuil saja.
Dahaga laparku yang tak seberapa.
Rokaat teraweh witir ku yang masih cela.
Tilawahku yang masih dengan lisan penuh noda.
Shodaqohku yang bagai belerang merah karna jarang.

Tak ada, kecuali sekejap.
Sekejap sujudku yang dusta
Sekejap ayat2ku yang pamer
Sekejap tanganku yang berderma cacat.
Sekejap telingaku yag mendengar petuah.
Sekejap mataku yang menangisi dosa.

Ramadhan….
Menjelag penghujung hadirmu, ku ingin minta maaf, tolong jangan marah, aku sungguh menyambutmu dengan bahagia, ku sungguh2 menyukaimu, mencntai merindumu meski ku lalui hari2 ku tanpa benar’ membuktikan itu padamu…

Berkahi aku dengan ampun dan rahmatNya meski ku tak pantas dapatknnya, tapi sungguh aku butuh.

Ramadahn….
Disisa waktu ini, boleh ku katakan sesuatu? Tarimakasih telah hadir, ku menyukai untuk terus bersamamu, boleh ku jadikan bulan2 berikutnya seperti seakan2 kamu?

Tahun esok kita jumpa lagi…doakan aku bisa memperbaiki diri .
Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *